Selasa, 28 Juni 2011

Cinta Akan Menemukan Jalannya Sendiri

Heloo guys, apa kabar dunia maya? Sudah lama juga yah gw ga posting sebuah tulisan di blog gw ini. Sebenernya udah banyak tulisan yang udah gw buat tapi karena semua tulisan itu gw simpen di computer gw dan computer gw mati karena virus ganas dan ga ada waktu untuk ke warnet jadi jarang deh gw posting, baru sempet sekarang.

Dari terakhir gw posting banyak cerita yang sudah kalian lewatkan (heem ada aja kan yang baca blog gw selain anak ss ahaha).  Ya kaya cerita gw kemping ke Sukamantri bersama anak larisa dan banyak deh hal-hal lainnya. Tapi ada sebuah cerita yang amat sangat penting yang dari kemarin pengen  gw posting ahaha. Sekarang gw udah punya pacar loh. Asiiik kiwkiw lah pokoknya ahaha heboh sendiri gw.

Siapa gadis beruntung yang bisa jadi pacar gw? (kayanya kebalik deh ahaha). Namanya Bella Destyan Santara. Seorang gadis cantik yang baru aja lulus SMA tahun ini. Awalnya gw ketemu sama dia itu karena di kenalin sama salah seorang temen gw yang merupakan temen dia juga. Ya jadi kaya efek domino gitu. Kesan pertama saat bertemu dia cuma terlintas satu kata : CANTIK. Ya dia cantik banget dan ada rasa suka dari gw terhadap dirinya.

Senin, 23 Mei 2011

Akankah?

Akankah kita masih bisa seperti dahulu
saat bersama merasa jumawa
bertingkah seakan dunia milik kita

Akankah kita merasakan lagi
angin dingin yang menemani kita
berdiskusi panjang saat malam datang

Pernahkah terlintas dalam benakmu
bahwa kita akan melangkah bersama lagi
meniti tiap-tiap tanjakan terjal yang kita jumpai

Masihkah kau rasakan perasaan itu
perasaan yang masuk dalam hati
ketika kita mengibarkan panji kehormatan

Atau akankah kita hanya
berdiri berdampingan dalam diam
di sana, di puncak nan tinggi di sana

Akankah semua itu terulang, kawan?

Tegar Patidjaya Kusuma a.k.a Lele
Kandang Badak, 4 Mei 2011 22.17 WIB

Rabu, 11 Mei 2011

Cerita Kandang Badak


Kandang Badak, 4 Mei 2011. Anak-anak yang lain udah pada tidur, sedangkan gw belum bisa tidur. Gw duduk depan tenda sendirian ditemani oleh sebatang rokok tanpa segelas kopi. Gw emang terbiasa untuk tidur terakhir dari sebuah rombongan pendakian. Gatau kenapa dari pertama naik gunung gw hampir selalu tidur terakhir.

                Menyendiri di tengah belantara hutan seperti ini emang asik. Tiba-tiba ada sesuatu yang gw rasakan. Ada sesuatu yang masuk dan menyentuh hati gw. Ada bayangan yang hinggap dalam otak gw. Gw inget sama saudara-saudara seangkatan gw, Banyu Karikil. Saudara-saudara yang menurut gw mereka adalah orang-orang hebat, gila, ngaco, bodoh dan brutal. Dari dulu gw selalu naik gunung bersama mereka, setidaknya salah satu dari mereka. Tapi 2 pendakian gw yang terakhir, gw mendaki tanpa ada seorangpun dari mereka. Ada yang berbeda kalo mendaki ga bersama mereka.

                Betapa beruntungnya gw pernah punya tim pendakian yang amat sempurna. Untuk porter ada gw, Gio, Agra, Ncek dan Caleuy. Segala urusan safety, birokrasi, dan teknis selalu di handle oleh Doni dan terkadang gw ikut bantu sedikit untuk teknis.

Selasa, 10 Mei 2011

It is not about a destination, its about a journey (TNGP, 3-5 Mei 2011)

3 Mei 2011

Hari sudah siang saat gw berangkat dari rumah menuju Larisa, sebuah warkop yang sekarang jadi tempat nongkrong gw. Pendakian kali ini gw lakukan bersama anak-anak larisa yang ternyata pada hobi juga sama naik gunung. Sekitar jam 14.00 gw udah di larisa, sekalian nunggu anak-anak pada datang gw ngopi dan main kartu remi dulu.
                Niatnya mah janjian sore tapi baru jam 18.30 anak-anak baru pada datang lengkap. Setelah pada datang gw, Eki, Ono, Teguh makan bareng dulu sebelum kita berangkat ke rumah Adiyan di Ciawi.

Lagi maka di Larisa nih
Sehabis makan ternyata ga langsung berangkat, kita pada ngopi dan ngerokok dulu. Santai banget ya? Ahaha ya ngapain juga sih buru-buru. 19.45 kita baru berangkat menuju rumah Adiyan. Pada pendakian kali ini transportnya pake mobil Panther (panthat geter)nya Teguh.
                20.19 sampai di rumah Adiyan. Awalnya kita semua naik mau pake daypack aja. Tapi rencana itu ga terealisasikan, gw aja dari rumah udah pake carrier 45L. Adiyan sendiri yang mencetuskan kita pake daypack aja ternyata packing pake carrier 80L. Karena banyaknya barang yang harus di angkut dan ada carrier 80L yang nganggur di rumah Adiyan, jadilah gw packing ulang pake carrier 80L. Hamsyong dah, harusnya mah gw pensiun nih bawa carrier ahahaha.