Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label poem

Akankah?

Akankah kita masih bisa seperti dahulu saat bersama merasa jumawa bertingkah seakan dunia milik kita Akankah kita merasakan lagi angin dingin yang menemani kita berdiskusi panjang saat malam datang Pernahkah terlintas dalam benakmu bahwa kita akan melangkah bersama lagi meniti tiap-tiap tanjakan terjal yang kita jumpai Masihkah kau rasakan perasaan itu perasaan yang masuk dalam hati ketika kita mengibarkan panji kehormatan Atau akankah kita hanya berdiri berdampingan dalam diam di sana, di puncak nan tinggi di sana Akankah semua itu terulang, kawan? Tegar Patidjaya Kusuma a.k.a Lele Kandang Badak, 4 Mei 2011 22.17 WIB

Si Badut Penghibur

Halo, teman. Pada tau badut kan? Pasti pada tau lah, kalo ga tau mah lu pada keterlaluan. Ahahaha masa kecil kurang bahagia kalo ga tau badut aw aw. Apa yang lu pada pikirin kalo pas liat badut di depan lu? Pasti lucu, konyol,. Entah emang dia lucu, make up nya yang lucu atau kostum yang di pakenya yang lucu. Pokoknya mah lucu (batu mode : on). Ada satu atribut wajib buat badut, yaitu topeng. Dan lagi-lagi topengnya pasti lucu. Pernah ga kepikiran gimana perasaan si orang yang menjadi badut itu? Mungkin aja si badut itu nyimpen sebuah masalah yang berat? Atau dia lagi sedih parah? Tapi badut itu pasti tampil lucu dan konyol, mungkin karena udah jadi profesi dia dan image dia yang udah lekat dengan kekonyolan. Bicara soal badut (gaya banget gw) gw teringat sama diri gw sendiri. Kenapa? Ya karena gw adalah badut dalam kehidupan yang udah gw jalani selama ini. Saat gw berkumpul dengan temen-temen gw gw selalu jadi badut. Ngelucu, ngelawak, bertingkah laku konyol. Ya pokoknya gw pengen b...

Sebuah Pesan Dari Saudara

>>>> dreeeeet dreeeeeettt >>>> 1 message received >> Unlock Keypad? >> Ok >> Keypad Unlocked >>> 1 message received >>> Show >>> Opening Message A message from SS BK Estep Saat angin dingin itu memanggil. Kuangkat lagi ransel berat ke bahu "Teman, kemarilah aku rindu mengusap wajahmu di lembah kita" Bisiknya demikian. Lekukan sol sepatu

Kami Satu, Kami Satya Soedirman

Malam telah menjadi terlalu larut Sisa-sisa api telah menjadi bara Hanya seberkas cahaya tersisa dari pelita yang setia menyala Rasa dingin yang menghinggapi tak begitu berarti Karena di sini kutemukan lagi Sebuah perasaan yang selalu ku cari Rasa hangat sebuah persahabatan Rasa hangat dari persaudaraan

Derita Seorang Pengangguran

Hari hari berjalan begitu pelan kurasa... lebih pelan dari siput yang sedang berjalan. Sang jarum jam bergerak dengan enggan sampai membuat aku enggan untuk meliriknya karena aku percaya sesungguhnya jarum itu tidak bergerak itu hanya tipuan fatamorgana. Hari berganti tak pernah ku hiraukan. Berjam-jam

Insomnia

raga ini hanya ingin rehat sejenak mata ini hanya ingin terlelap terbuai dalam rajutan mimpi terus kucoba memejamkan mata yang lelah ini menenangkan gelisah dalam hati ternyata. . . aku tak bisa mungkinkah terbebankan oleh sebuah impian ataukah getirnya kenyataan, yang menjadikan aku seperti sekarang? aku yang tak pernah bisa TERTIDUR DENGAN TENANG ! tatapanku penuh kehampaan tertuju pada langit langit kamar aku tengah gelisah menunggu apakah pagi yang segera menjelang? ataukah. . .kantuk yang akan datang?

Sebuah Sensasi

sebenarnya gw bikin ini udah lama banget. udah 2 bulan lebih tapi baru gw posting sekarang. ku pandangi langit biru penuh dengan awan putih yang berarak kupijakan kaki di atas tanah penuh kerikil dan batuan lepas di antara ransel ransel aku terhempas, rebah sesaat membiarkan angin membelai rambut ku membiarkan matahari membakar kulit ku disini aku berdiri penuh kebebasan di puncak ini kurasakan lagi sebuah sensasi yang selalu dicari oleh seorang pendaki Gn. Gede 2968 mdpl 20 Juni 2010

ingin ku menjadi api

sekali lagi, perasaan itu datang menghampiri saat teringatkan tentang indah dirimu ku ingin selalu bersama mu hingga semua bisa kulalui dengan dirimu aku sadar, ternyata semua hanya angan terbantahkan oleh kenyataan kau pun menghilang dalam gemerlap bintang meninggalkanku dan tak pernah ada untuk ku semua tak terlupakan bayangan dirimu, senyum manja kamu terlalu indah sesungguhnya aku tak pernah ingin untuk mengenang mu tak akan berarti untuk mengenangmu kenapa tak bisa kuhapuskan sedikit saja dirimu dari kehidupanku, dari hatiku ? perasaan ini buat ku lemah redup tanpa daya tanpa cahaya aku ingin berlari menjauh darimu dari senyum mu ingin ku menjadi api, agar aku bisa membakar semua kenangan dan menjadikannya abu

untuk saudara saudara ku

saudaraku, aku rindu padamu rindu dimana saat kita bersama berjalan tegap memanggul beban menapaki jalan setapak dan terjal saudaraku, aku ingat saat malam datang kita selalu duduk depan tenda beralaskan sepetak tanah membiarkan angin dingin menjadi selimut kita sering kali kita terlelap saat malam terlalu larut berdiskusi panjang tentang kehidupan CINTA, CITA dan KENYATAAN saudaraku, kau mengajarkan ku arti kepercayaan keyakinan pada diri sendiri tanpa lupa mengajarkan indahnya berbagi bersama sadarkah dirimu?

mandalawangi

MANDALAWANGI - PANGRANGO ( soe hok gie ) Senja ini, ketika matahari turun kedalam jurang2mu aku datang kembali kedalam ribaanmu, dalam sepimu dan dalam dinginmu walaupun setiap orang berbicara tentang manfaat dan guna aku bicara padamu tentang cinta dan keindahan dan aku terima kau dalam keberadaanmu seperti kau terima daku aku cinta padamu, Pangrango yang dingin dan sepi sungaimu adalah nyanyian keabadian tentang tiada hutanmu adalah misteri segala cintamu dan cintaku adalah kebisuan semesta

Fajar Di Satu Lembah

sekian lama kami terjaga menjalani hari demi hari berusaha menjadi yang lebih baik dari waktu ke waktu tanpa letih, tanpa keluh dan kesah menjaga kehormatan dan kebanggaan tapi hari ini, di lembah Rawa Gede fajar telah menyongsong hidup kami menyambut hari baru membawa semangat dan harapan seriring fajar yang trbit kami lepaskan ransel kami yang sarat akan beban kami pejamkan mata kami yang lelah dan kami tutup buku tugas kami tak akan pernah berhenti pengabdian kami tapi kini, ingin kami beristirahat sejenak membiarkan sang fajar lanjutkan hari hingga kami terbangun nanti sang fajar telah menjadi matahari yang selalu menerangi.

kemana?

dalam keheningan malam lampu kota berpijar terang memberikan seberkas cahaya 1 dan 2 mobil melintas membelah jalan raya. . deru mesin memecah keheningan sesaat. . . dan kembali sepi aku term