Langsung ke konten utama

7 Januari 2009.

hari itu, hari Kamis. mungkin menurut orang orang yang gatau hari itu hari yang biasa aja. atau hari liburan anak anak sekolah. khususnya anak SMANSA. hari itu, hari yang damai. cerah, hari itu cerah. secerah hati kami. siapa kami? kami adalah orang orang yang telah terbangun dari sejak pagi. menikmati matahari yang perlahan memberikan sinarnya, hingga kami meninggalkan senter senter kami di dalam ransel kami masing masing. kamis yang cerah.

11. inilah kami. 11 orang yang tegap berbaris meski kelelahan. hari itu, hari kamis 7 januari 2009. adalah hari lahirnya kami. hari yang akan kami kenang sebagai hari ulang tahun kami.
 
11 orang yang bertahan selama 6 bulan masa pra pendidikan



11 orang berjuang dalam 5 hari. mengalahkan semua keraguan. mencapai batas akhir. dan akhirnya berdiiri di sini. di bukit paseban ini. menjadi bagian dari Satya Soedirman.

11 nama. blur v.houten, cobek, chong ping teh, docin, estep, kadek, kimiriyam, lunidus, lele, pecmen, tonkhi.



11 orang. berbeda tapi merupakan suatu kesatuan yang tak akan pernah tergoyahkan. 11 sifat berbeda yang saling melengkapi sehingga kami menjadi sempurna.


banyak yang telah kami lewati bersama, suka, duka, sedih dan senang. pecahkan masalah di sekret, menunggu buka puasa di selot, berdiri di puncak gede.


dengan bangga aku katakan. aku adalah bagian dari kalian.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bawa Aku Pulang, Rindu! (Cerita Perjalanan Susur Pantai Sancang)

Waktu telah cepat berlalu, sudah berapa lama ga pernah nulis di blog ini. Menceritakan sebuah cerita, pemikiran ataupun apa yang gw rasakan. Entah karena gw nya yang kehabisan ide untuk menulis, entah emang karena engga ada cerita yang menarik, entah karena gw engga punya waktu untuk bercerita di sini. Sekarang gw pengen menuliskan sebuah cerita perjalanan yang baru-baru ini gw lakukan bareng-bareng sama PPRPG Satya Soedirman. Prolog Kamis, 4 Juni 2014 gw masih berkeliaran di kampus tercinta. Melakukan hal-hal yang sudah menjadi rutinitas gw sebagai mahasiswa tingkat akhir. Yaa mahasiswa tingkat akhir (Gabut parah) hehe. Siang ini gw masih ragu apakah bakalan ikut sama saudara-saudara PPRPG SS. Mereka udah ngajak dari jauh-jauh hari untuk jalan ke Pantai Sancang atau lebih dikenal dengan Leuweung Sancang. Sempet agak males ikut karena hati dan mood gw lagi kacau banget. Ada sesuatu yang membuat gw kecewa akhir-akhir ini di kampus, takutnya kepikiran dan bikin gw ga menikmati per...

Latihan Pertama

Minggu sore, gw akhirnya memutuskan untuk bergabung dengan komunitas PARKOUR Bogor. wahahaha apalagi nih parkour? oke parkour adalah : "sebuah seni bergerak dan metode latihan natural yang bertujuan untuk membantu manusia bergerak dengan cepat, efisien, dan halus dengan hanya menggunakan tubuhnya untuk beradaptasi terhadap rintangan yang ada di lingkungannya.” dikutip dari bukansekedarloncatloncat.tumblr.com mungkin sebagian teman teman ada yang belum tau tentang parkour atau ga tau parkour itu kaya gimana. pernah nonton film "Yamakasi" atau "D-13" ga? tuh yang kaya gitu tu parkour teh. kalo ga pernah nonton filmya buka youtube aja deh yaa. hahaha dari film dan video yang bisa teman teman cari dan akhirnya

Senandung Pagi Dewi Anjani

Halo semua, sudah lama ternyata gw engga nulis kelanjutan cerita pas kegiatan di Lombok, tepatnya desa Sajang. Tulisan ini bukan sambungan dari cerita sebelumnya. Ini merupakan cerita kunjungan gw, Ginanjar, Kak Lola, Apel, Kang Iqbal dan Zahra ke Lombok dalam rangka jadi relawan. Jadi relawan? Mungkin beberapa orang bakalan berpikir ko baru sekarang jadi relawannya? Yaa untuk berbuat baik engga ada kata telat toh. Selain itu, kita ke sini untuk membantu mengembalikan semangat anak-anak dan petani kopi di Desa Sajang ini. Sedikit cerita, jadi tim kami ini sudah berada di Lombok dari tanggal 16 dan memulai kegiatan tanggal 17 ke Lombok Utara dan selanjutnya kegiatan kami berfokus di daerah Sembalun, Kabupaten Lombok Timur. Gw sendiri baru merapat ke Lombok pada tanggal 22 Oktober 2018. Oh iya tim kami ini ada Ginanjar, mahasiswa dari Jogja yang sebelumnya memang sudah jadi relawan di Lombok ini ketika gempa mengguncang. Ada juga sepasang suami istri yang sangat mengisnpir...