Langsung ke konten utama

dunia ini ada untuk orang orang yang berjuang

hidup ini emang perjuangan. semua orang pasti berjuang demi kebahagian, demi cinta terkadang berjuang untuk kekayaan. dunia ini penuh dengan harapan dan persaingan. dan Tuhan memberikan takdir pada seseorang itu jika dia telah berusaha semampunya

25 februari 2010. 00.15 wib
 gw buka website telkom dan gw ga diterima di S1 telkom. malah diterima di D3. sedih, kesel dan kecewa. ternyata apa yang gw harapkan ga sesuai dengan kenyataan. gw udah berusaha sebisa gw, gw udah berdoa tiap hari dan Allah udah ngasih jalan yang terbaik lewat kegagalan ini.
gw berharap semoga pemikiran gw bener, kalo ini emang jalan yang terbaik buat gw. gw ikhlas. dan gw sekarang coba buat bangkit, gw mulai dari nol lagi.

"belajar memberi yang terbaik dan menerima yang terpahit" itu jadi pegangan gw sekarang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bawa Aku Pulang, Rindu! (Cerita Perjalanan Susur Pantai Sancang)

Waktu telah cepat berlalu, sudah berapa lama ga pernah nulis di blog ini. Menceritakan sebuah cerita, pemikiran ataupun apa yang gw rasakan. Entah karena gw nya yang kehabisan ide untuk menulis, entah emang karena engga ada cerita yang menarik, entah karena gw engga punya waktu untuk bercerita di sini. Sekarang gw pengen menuliskan sebuah cerita perjalanan yang baru-baru ini gw lakukan bareng-bareng sama PPRPG Satya Soedirman. Prolog Kamis, 4 Juni 2014 gw masih berkeliaran di kampus tercinta. Melakukan hal-hal yang sudah menjadi rutinitas gw sebagai mahasiswa tingkat akhir. Yaa mahasiswa tingkat akhir (Gabut parah) hehe. Siang ini gw masih ragu apakah bakalan ikut sama saudara-saudara PPRPG SS. Mereka udah ngajak dari jauh-jauh hari untuk jalan ke Pantai Sancang atau lebih dikenal dengan Leuweung Sancang. Sempet agak males ikut karena hati dan mood gw lagi kacau banget. Ada sesuatu yang membuat gw kecewa akhir-akhir ini di kampus, takutnya kepikiran dan bikin gw ga menikmati per...

Senandung Pagi Dewi Anjani

Halo semua, sudah lama ternyata gw engga nulis kelanjutan cerita pas kegiatan di Lombok, tepatnya desa Sajang. Tulisan ini bukan sambungan dari cerita sebelumnya. Ini merupakan cerita kunjungan gw, Ginanjar, Kak Lola, Apel, Kang Iqbal dan Zahra ke Lombok dalam rangka jadi relawan. Jadi relawan? Mungkin beberapa orang bakalan berpikir ko baru sekarang jadi relawannya? Yaa untuk berbuat baik engga ada kata telat toh. Selain itu, kita ke sini untuk membantu mengembalikan semangat anak-anak dan petani kopi di Desa Sajang ini. Sedikit cerita, jadi tim kami ini sudah berada di Lombok dari tanggal 16 dan memulai kegiatan tanggal 17 ke Lombok Utara dan selanjutnya kegiatan kami berfokus di daerah Sembalun, Kabupaten Lombok Timur. Gw sendiri baru merapat ke Lombok pada tanggal 22 Oktober 2018. Oh iya tim kami ini ada Ginanjar, mahasiswa dari Jogja yang sebelumnya memang sudah jadi relawan di Lombok ini ketika gempa mengguncang. Ada juga sepasang suami istri yang sangat mengisnpir...

Sebuah Perkerjaan, Sebuah Perjalanan : Bagian 4. Sebuah Anugerah

Sebuah Anugerah Sudah lama juga engga meneruskan tulisan ini. Ada beberapa hal yang mesti gw lakukan juga sebenernya ahaha alasen aja sih sebenernya mah. Gw coba untuk meneruskan cerita ini lagi. Cerita saat gw ke Lombok, Desa Sajang tepatnya. Salah satu desa yang pada saat bulan Agustus kemarin terkena musibah gempa (sedih banget) nanti ada bagian khusus yang menceritakan itu. Biarkan gw menulis lanjutan cerita ini dulu. Masih terbangun dan senantiasa menikmati pagi yang indah di kaki gunung Rinjani, membuat gw selalu suka untuk bangun pagi di sini. Kalo pas di Bogor sih bangun pagi juga (:p) tapi ga sesenang di sini. Berada di kaki gunung Rinjani yang merupakan salah satu Taman Nasional di Indonesia dan baru baru ini dinobatkan sebagai sebuah kawasan Geopark oleh UNESCO, memberikan sebuah potensi yang luar biasa untuk desa Sajang ini terutama potensi untuk menjadi sebuah kawasan wisata berbasis perkebunan. Isitilahnya sih Agroedutourism ahaha keren gaa? Berhubung gw lul...