Langsung ke konten utama

Selamat Ulang Tahun (Maaf yaa telat)

Tanggal 17 Oktober sama 18 Oktober kemarin ada anggota Satya Soedirman yang berulang tahun, mereka adalah Aulia Ardista a.k.a Haru Senja Kencana dan Gilang Satrio a.k.a Blur Van. Houten Banyu Karikil. Maaf banget ya gw bikin postingannya telat. Soalnya gw bingung mau nulis apa buat kalian. Hahahaha maafkan saya saudara.

Buat mereka gw cuma mau ucapin selamat ulang tahun aja ya, semoga apa yang kalian inginkan bisa tercapai dan bisa jadi kebanggaan orang tua kalian. Semoga kuliah kalian lancar disana. Amin. Oh iya satu lagi gw mau ngasih sesuatu buat kalian, yang kalian udah tau pasti ini berasal dari mana, aslinya kaya gimana. Sengaja gw edit sedikit buat kalian. Soalnya tau kan yang asli dari siapa untuk siapa. Hehehehe Pokoknya selamat ulang tahun yaaa.

Tuhanku. . . 
Bentuklah temanku menjadi manusia yang kuat
Untuk mengetahui manakala ia lemah
Dan cukup berani menghadapi manakala ia takut
Manusia yang bangga dan teguh dalam kekalahan
Jujur serta berbudi halus dalam kemenangan


Bentuklah temanku menjadi manusia yang harsratnya
Tidak menggantikan yang mati
Teman yang selalu mengetahui Engkau dan insyaf
Bahwa mengenal dirinya sendiri adalah landasan pengetahuan


Bentuklah temanku menjadi manusia
Yang hatinya jernih, yang cita-citanya tinggi
Teman yang sanggup memimpin dirinya sendiri
Sebelum berhasrat memimpin orang lain
Teman yang mampu menjangkau masa depan,
Namun tak melupakan masa lampau
Dan setelah ini menjadi miliknya


Aku mohon temanku juga diberi perasaan jenaka
Agar bisa serius tanpa menganggap dirinya terlalu serius
Berikan ia juga kerendahan hati
Agar ia ingat kepada kesederhanaan dan keagungan asli
Kepada sumber kearifan dan pada kelembutan
Serta kekuatan asli.


Ya, sekali lagi selamat ulang tahun yaaa

Aulia Ardista / Haru SK
17 Oktober 1992


Gilang Satrio / Blur Van Houten BK
18 Oktober 1992

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bawa Aku Pulang, Rindu! (Cerita Perjalanan Susur Pantai Sancang)

Waktu telah cepat berlalu, sudah berapa lama ga pernah nulis di blog ini. Menceritakan sebuah cerita, pemikiran ataupun apa yang gw rasakan. Entah karena gw nya yang kehabisan ide untuk menulis, entah emang karena engga ada cerita yang menarik, entah karena gw engga punya waktu untuk bercerita di sini. Sekarang gw pengen menuliskan sebuah cerita perjalanan yang baru-baru ini gw lakukan bareng-bareng sama PPRPG Satya Soedirman. Prolog Kamis, 4 Juni 2014 gw masih berkeliaran di kampus tercinta. Melakukan hal-hal yang sudah menjadi rutinitas gw sebagai mahasiswa tingkat akhir. Yaa mahasiswa tingkat akhir (Gabut parah) hehe. Siang ini gw masih ragu apakah bakalan ikut sama saudara-saudara PPRPG SS. Mereka udah ngajak dari jauh-jauh hari untuk jalan ke Pantai Sancang atau lebih dikenal dengan Leuweung Sancang. Sempet agak males ikut karena hati dan mood gw lagi kacau banget. Ada sesuatu yang membuat gw kecewa akhir-akhir ini di kampus, takutnya kepikiran dan bikin gw ga menikmati per...

Ayo, Naik Gunung (Tulisan pertama dari tiga tulisan : Sebelum Pendakian)

Postingan gw kali ini cuma ingin sharing apa aja yang harus diperhatikan saat teman-teman mendaki gunung, apa yang harus dipersiapkan, apa yang ga boleh dilakukan saat pendakian, apa yang harus dikerjakan saat perjalanan sudah berakhir. Judul tulisan ini akan ada 3 bagian yang akan di posting secara terpisah (Sebelum Pendakian, Saat Pendakian, Setelah Pendakian). Semoga bisa bermanfaat ya. # 1. SEBELUM PENDAKIAN Sebelum teman-teman mendaki gunung, yang paling penting adalah Manajemen Perjalanan dan ijin dari orangtua . Kita anggap teman-teman sudah mengantongi ijin dari orangtua masing-masing. Manajemen perjalanan sendiri sangat penting, karena bisa mempengaruhi barang bawaan, persediaan makanan dan lain lainnya. Itu semua tergantung pada Manajemen Perjalanan kita. Persiapan yang matang akan membuat suasana pendakian lebih menyenangkan dibanding dengan pendakian yang sekali jadi dan tergesa-gesa. Ada sebuah prinsip yang biasa dan banyak digunakan oleh orang-orang sebelum naik gunung,...

Senandung Pagi Dewi Anjani

Halo semua, sudah lama ternyata gw engga nulis kelanjutan cerita pas kegiatan di Lombok, tepatnya desa Sajang. Tulisan ini bukan sambungan dari cerita sebelumnya. Ini merupakan cerita kunjungan gw, Ginanjar, Kak Lola, Apel, Kang Iqbal dan Zahra ke Lombok dalam rangka jadi relawan. Jadi relawan? Mungkin beberapa orang bakalan berpikir ko baru sekarang jadi relawannya? Yaa untuk berbuat baik engga ada kata telat toh. Selain itu, kita ke sini untuk membantu mengembalikan semangat anak-anak dan petani kopi di Desa Sajang ini. Sedikit cerita, jadi tim kami ini sudah berada di Lombok dari tanggal 16 dan memulai kegiatan tanggal 17 ke Lombok Utara dan selanjutnya kegiatan kami berfokus di daerah Sembalun, Kabupaten Lombok Timur. Gw sendiri baru merapat ke Lombok pada tanggal 22 Oktober 2018. Oh iya tim kami ini ada Ginanjar, mahasiswa dari Jogja yang sebelumnya memang sudah jadi relawan di Lombok ini ketika gempa mengguncang. Ada juga sepasang suami istri yang sangat mengisnpir...