Langsung ke konten utama

Tersesat di jalan yang benar?


Udah lama juga engga pernah nulis dalam blog gw ini, terakhir itu update cerita yang pas ke Ujung Kulon sama anak-anak. Sebenernya sih pengen banget bisa sering nulis, tapi waktu gw udah cukup tersita dengan berbagai kesibukan gw ahaha *soksibuk*

Pada kenyataannya emang gw merasa sangat disibukan dengan berbagai aktivitas gw di kampus, sampai-sampai gw merasa kalo gw ini kaya yang ga punya waktu buat pribadi gw sendiri, engga punya waktu untuk mengurus aspek kehidupan gw di luar kampus. Agak lebay mungkin, tapi seperti itulah yang gw rasakan akhir-akhir ini.

Sedikit cerita aja, setiap harinya
tuh gw selalu di kampus. Mau rapatlah, kumpul, bantu persiapan jadi supporter atlit-atlit fahutan (lagi omi soalnya), deadline tugas, proker organisasi dan hal lainnya. Terkadang dalam satu hari itu bisa ada agenda yang bentrok. Malah setiap harinya gw pulang malem, eh engga malem deng tapi dini hari terus -__- dan gw selalu berkomunikasi dengan orang yang itu-itu aja. Girin, Arya, Puput, Tanti, Ayu, Anggun, Ama, Agna, Razi dan yang lainnya. SETIAP HARI! Sampai gw tuh engga pernah tau kabar teman-teman dan saudara-saudara gw yang di luar sana.


Udah mah kaya gitu, gw tuh jarang buka media-media social  karena hape gw sekarang engga bisa buat mencari informasi melalui media social. Sialnya lagi, sekarang hape gw sama sekali engga bisa di pake. Menyebalkan sekali huhuhu. Karena gw engga pernah berkomunikasi dengan yang di luar sana, terutama sama saudara-saudara SS gw, gw merasa sudah terlalu jauh melangkah dan meninggalkan semuanya.

Mungkin karena gw nya belum bisa memanage waktu dengan baik atau mungkin karena gw nya yang terlalu ini menyibukan diri sendiri yang pada akhirnya membuat blunder untuk diri gw sendiri dan membuat gw merasa sudah terlalu jauh, padahal baru sedikit yang gw lakukan untuk Fahutan.  Dulu pas semester 2 kalo engga salah ingat, ada salah satu dosen Fahutan bilang “Kalian sudah tersesat di jalan yang benar” dan saat ini gw mulai bertanya, apakah gw benar-benar “tersesat” di jalan yang benar?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bawa Aku Pulang, Rindu! (Cerita Perjalanan Susur Pantai Sancang)

Waktu telah cepat berlalu, sudah berapa lama ga pernah nulis di blog ini. Menceritakan sebuah cerita, pemikiran ataupun apa yang gw rasakan. Entah karena gw nya yang kehabisan ide untuk menulis, entah emang karena engga ada cerita yang menarik, entah karena gw engga punya waktu untuk bercerita di sini. Sekarang gw pengen menuliskan sebuah cerita perjalanan yang baru-baru ini gw lakukan bareng-bareng sama PPRPG Satya Soedirman. Prolog Kamis, 4 Juni 2014 gw masih berkeliaran di kampus tercinta. Melakukan hal-hal yang sudah menjadi rutinitas gw sebagai mahasiswa tingkat akhir. Yaa mahasiswa tingkat akhir (Gabut parah) hehe. Siang ini gw masih ragu apakah bakalan ikut sama saudara-saudara PPRPG SS. Mereka udah ngajak dari jauh-jauh hari untuk jalan ke Pantai Sancang atau lebih dikenal dengan Leuweung Sancang. Sempet agak males ikut karena hati dan mood gw lagi kacau banget. Ada sesuatu yang membuat gw kecewa akhir-akhir ini di kampus, takutnya kepikiran dan bikin gw ga menikmati per...

Ayo, Naik Gunung (Tulisan pertama dari tiga tulisan : Sebelum Pendakian)

Postingan gw kali ini cuma ingin sharing apa aja yang harus diperhatikan saat teman-teman mendaki gunung, apa yang harus dipersiapkan, apa yang ga boleh dilakukan saat pendakian, apa yang harus dikerjakan saat perjalanan sudah berakhir. Judul tulisan ini akan ada 3 bagian yang akan di posting secara terpisah (Sebelum Pendakian, Saat Pendakian, Setelah Pendakian). Semoga bisa bermanfaat ya. # 1. SEBELUM PENDAKIAN Sebelum teman-teman mendaki gunung, yang paling penting adalah Manajemen Perjalanan dan ijin dari orangtua . Kita anggap teman-teman sudah mengantongi ijin dari orangtua masing-masing. Manajemen perjalanan sendiri sangat penting, karena bisa mempengaruhi barang bawaan, persediaan makanan dan lain lainnya. Itu semua tergantung pada Manajemen Perjalanan kita. Persiapan yang matang akan membuat suasana pendakian lebih menyenangkan dibanding dengan pendakian yang sekali jadi dan tergesa-gesa. Ada sebuah prinsip yang biasa dan banyak digunakan oleh orang-orang sebelum naik gunung,...

Senandung Pagi Dewi Anjani

Halo semua, sudah lama ternyata gw engga nulis kelanjutan cerita pas kegiatan di Lombok, tepatnya desa Sajang. Tulisan ini bukan sambungan dari cerita sebelumnya. Ini merupakan cerita kunjungan gw, Ginanjar, Kak Lola, Apel, Kang Iqbal dan Zahra ke Lombok dalam rangka jadi relawan. Jadi relawan? Mungkin beberapa orang bakalan berpikir ko baru sekarang jadi relawannya? Yaa untuk berbuat baik engga ada kata telat toh. Selain itu, kita ke sini untuk membantu mengembalikan semangat anak-anak dan petani kopi di Desa Sajang ini. Sedikit cerita, jadi tim kami ini sudah berada di Lombok dari tanggal 16 dan memulai kegiatan tanggal 17 ke Lombok Utara dan selanjutnya kegiatan kami berfokus di daerah Sembalun, Kabupaten Lombok Timur. Gw sendiri baru merapat ke Lombok pada tanggal 22 Oktober 2018. Oh iya tim kami ini ada Ginanjar, mahasiswa dari Jogja yang sebelumnya memang sudah jadi relawan di Lombok ini ketika gempa mengguncang. Ada juga sepasang suami istri yang sangat mengisnpir...