Langsung ke konten utama

Postingan

Bawa Aku Pulang, Rindu! (Cerita Perjalanan Susur Pantai Sancang)

Waktu telah cepat berlalu, sudah berapa lama ga pernah nulis di blog ini. Menceritakan sebuah cerita, pemikiran ataupun apa yang gw rasakan. Entah karena gw nya yang kehabisan ide untuk menulis, entah emang karena engga ada cerita yang menarik, entah karena gw engga punya waktu untuk bercerita di sini. Sekarang gw pengen menuliskan sebuah cerita perjalanan yang baru-baru ini gw lakukan bareng-bareng sama PPRPG Satya Soedirman. Prolog Kamis, 4 Juni 2014 gw masih berkeliaran di kampus tercinta. Melakukan hal-hal yang sudah menjadi rutinitas gw sebagai mahasiswa tingkat akhir. Yaa mahasiswa tingkat akhir (Gabut parah) hehe. Siang ini gw masih ragu apakah bakalan ikut sama saudara-saudara PPRPG SS. Mereka udah ngajak dari jauh-jauh hari untuk jalan ke Pantai Sancang atau lebih dikenal dengan Leuweung Sancang. Sempet agak males ikut karena hati dan mood gw lagi kacau banget. Ada sesuatu yang membuat gw kecewa akhir-akhir ini di kampus, takutnya kepikiran dan bikin gw ga menikmati per...

Tertutup Asap

Mengacu pada PP No. 04 Tahun 2001 pasal 17 dijelaskan bahwa penanggulangan kebakaran lahan tidak berlaku bagi masyarakat adat atau tradisional. Dengan demikian masyarakat adat diperbolehkan membuka lahan dengan cara membakar dengan catatan luas lahan yang dibakar tidak lebih dari 2 Ha serta tidak diperkenankan sampai membakar lahan yang bukan miliknya. Namun, sangat disayangkan terkadang banyak oknum-oknum masyarakat yang menyatakan dirinya sebagai masyarakat adat sehingga mereka membuka lahan dengan cara dibakar dan luas lahan yang dibakar lebih dari 2 Ha. Hal seperti diataslah yang kini sedang terjadi di tengah-tengah kemelutnya kebakaran hutan di Riau. Dimana di Riau banyak masyarakat yang membakar lahan dan mengatasnamakan dirinya sebagai “masyrakat adat” namun luas lahan yang dibakar lebih dari 2 Ha, seorang bisa memiliki lahan seluas 5-10 Ha, bahkan bisa sampai 100-200 Ha. Selain itu, tidak sedikit pelaku pembakaran mengaku sebagai masyarakat kecil dan melakukan pembakaran l...

Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah

Perhimpunan Penempuh Rimba Pendaki Gunung Satya Soedirman atau biasa disingkat PPRPG Satya Soedirman. Nama yang menurut saya sangat gagah. Bagaimana tidak gagah, orang-orang yang biasa menempuh rimba dan mendaki gunung selalu identic dengan orang-orang yang kuat. Di tambah dengan kata Soedirman, seorang jenderal besar bagi bangsa ini, siapa yang tidak tahu kisah perjuangan Jenderal Soedirman. Nama PPRPG Satya Soedirman ini merupakan nama yang amat sangat saya banggakan di kehidupan sehari-hari saya. Bangga karena saya adalah salah satu anggota nya. Saya anggota PPRPG Satya Soedirman angkatan 29 Banyu Karikil dengan nama lapang Lele. Saya lulus menjadi anggota setelah melewati serangkaian proses yang panjang. Memang tidak mudah menjadi bagian dari keluarga besar PPRPG Satya Soedirman. Suatu hari, sekitar seminggu yang lalu ditengah hiruk-pikuknya kegiatan di kampus, saya mendapatkan selentingan kabar yang membuat saya cukup terkejut.

Catatan Pendakian Gunung Sumbing (3373 mdpl) 30-31 Juli 2013 - Part 1

Halo semuanya, saat ini gw mau cerita pendakian gw yang baru aja kemarin gw lakukan terus untuk cerita PPEH nya gw pending dulu yaa haha. Lu pada pasti pernah dong ya ngelewatin masa TK atau pun SD. Dulu, pas di suruh gambar, rata-rata dan biasanya kita itu menggambar 2 buah segitiga sebagai gunung, dengan lingkaran di tengahnya untuk matahari dan di bawahnya kita menarik garis lurus 2 buah itu jalan raya. Pasti deh itu gambar andalan saat kita masih TK atau SD. Gambar yang kita buat itu mungkin terinspirasi dari dua gunung di Jawa Tengah, yaitu Sindoro (3351 mdpl) dan gunung Sumbing (3373 mdpl) yang jaraknya berdekatan dan hanya di batasi oleh jalan raya di kaki-kaki gunung  tersebut. Bener-bener mirip dengan gambar yang dulu sering kita buat. Sebelumnya, pada tahun 2009 gw pernah mendaki Sindoro bareng sama Gio, dan gagal mendaki Sumbing saat itu. Dan sekarang bersama teman-teman dari fahutan gw berkesempatan membayar “hutang” gw terhadap Sumbing hehe Selasa, 30 Juli 201...

Praktikum Pengenalan Ekosistem Hutan (PPEH) Part 2

Penginapan cowo itu enak banget, sebuah rumah panggung dengan 3 kamar dan 3 kamar mandi. Dindingnya dari bilik bambu. Heeem jadi kaya cottage gitu. Dan pemandangan ke depannya itu langsung gunung Cikuray. Keren deh pokoknya, ga rugi kalo PPEH dapet di Papandayan. Ternyata hamper semua cowo sub jalur Papandayan semua udah tidur sore itu. Pada kecapean sehabis melakukan perjalanan dari Bogor. Magrib pun menjelang, gw bangun dan mulai ngerasain kalo udara di sekitar gw dingin juga ya. Maklum desa di kaki gunung pasti dingin. Hari ini muncul masalah pertama, ternyata air di penginapan cowo itu keluarnya kecil -___- kamar mandi sih boleh ada 3 tapi kalo engga ada airnya bete juga ahaha. Semoga besok engga macet airnya. Kalo untuk hari ini sih gw emang berencana engga mandi ahaha dingin :p Setelah beres salat magrib dan salat isya, kami semua berkumpul di rumah ibu Dewi, untuk makan malam dan melakukan briefing pertama kami untuk esok hari. Sebelum briefing ada perkenalan dulu dari ...

Praktikum Pengenalan Ekosistem Hutan (PPEH) Part 1

Prolog Praktek Pengenalan Ekosistem Hutan (PPEH) atau anak-anak Fahutan biasa menyebutnya P2EH adalah sebuah praktek lapang dengan rentang waktu selama 10 hari dan memakan biaya yang cukup besar serta fisik dan mental yang prima. Praktikum PPEH tahun 2013 ini diikuti oleh angkatan 48, yaitu angkatan gw. PPEH ini diikuti oleh seluruh mahasiswa aktif Fahutan 48 tapi engga semua sama sekaligus tempatnya. PPEH tahun ini di bagi menjadi 4 jalur. Ada jalu Papandayan-Sancang Timur, Kamojang-Sancang Barat, Cilacap-Batu Raden sama Pangandaran-Gunung Sawal. Tiap jalur memiliki 2 sub jalur. Dan tiap sub jalur itu diisi sama 4 kelompok. Gw kebagian di jalur Papandayan-Sancang Timur dengan sub jalur Papandayan lebih dulu. Dari jalur Papandayan-Sancang Tmur ini, gw yang di percaya untuk menjadi ketua jalurnya. Ketua jalur itu tugasnya untuk memastikan semua kesiapan PPEH ini mulai dari penginapan, konsumsi, akomodasi selama PPEH dan sebagainya. Yaa sebuah pengalaman yang amat sangat ber...

Tersesat di jalan yang benar?

Udah lama juga engga pernah nulis dalam blog gw ini, terakhir itu update cerita yang pas ke Ujung Kulon sama anak-anak. Sebenernya sih pengen banget bisa sering nulis, tapi waktu gw udah cukup tersita dengan berbagai kesibukan gw ahaha *soksibuk* Pada kenyataannya emang gw merasa sangat disibukan dengan berbagai aktivitas gw di kampus, sampai-sampai gw merasa kalo gw ini kaya yang ga punya waktu buat pribadi gw sendiri, engga punya waktu untuk mengurus aspek kehidupan gw di luar kampus. Agak lebay mungkin, tapi seperti itulah yang gw rasakan akhir-akhir ini. Sedikit cerita aja, setiap harinya